Selasa, 03 April 2012

"MANFAAT MEMBACA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH"



1.      1.        PENDAHULUAN
Membaca merupakan kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan didalam kehidupan sehari-hari, baik dilingkungan sekolah,  perguruan tinggi maupun dilingkungan sosial lainnya. Setiap kita pergi kemanapun pasti selalu ada tulisan-tulisan atau kalimat yang ditampilkan disetiap benda, baik itu berupa iklan atau informasi. Bagaimana jadinya jika kita tidak bisa membaca? Tentu hal tersebut sangat menyusahkan bahkan akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita selanjutnya. Dilingkungan pendidikan membaca merupakan suatu keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Keterampilan membaca juga dijadikan syarat untuk bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Jika seorang anak kelas 1 SD tidak bisa membaca, tentu dia tidak akan dinaikan ke kelas 2, 3 dan selanjutnya. Kemampuan membaca seseorang harus terus berkembang sesuai dengan usia, tingkat kedewasaan dan juga pendidikannya. Sebagai seorang mahasiswa, membaca tidak hanya mengetahui apa yang disampaikan seseorang melalui tulisannya, tetapi juga harus diiringi dengan pemahaman yang baik, sehingga bisa mendapatkan ilmu dan manfaat dari apa yang disampaikan.
Membaca merupakan perintah pertama Allah SWT Kepada nabi Muhammad SAW. Hal itu tertulis dalam firmannya pada Q.S Al-Alaq : 1-5. Dalam hal ini Allah SWT tidak hanya memerintahkan untuk membaca saja, tetapi lebih kepada mempelajari apa-apa yang tidak atau belum diketahui. Dari perintah tersebut menunjukan bahwa betapa pentingnya membaca dan mempelajari ilmu pengetahuan. Karena dengan membaca, segala sesuatu yang tersembunyi bisa ditemukan. Bahkan seorang ilmuwan pun tidak akan pernah menemukan sebuah teori atau penemuan jika tidak diawali dengan membaca. Walaupun tidak membaca dalam bentuk buku atau tulisan, tetapi mereka membaca melalui peristiwa yang terjadi di alam sekitar.
Membaca adalah kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat. Walaupun demikian, tidak banyak orang yang senang terhadap membaca, apalagi membaca buku tebal yang berisi tentang ilmu pengetahuan. Kebanyakan orang lebih senang membaca buku-buku atau novel  fiksi yang sifatnya menghibur. Hal tersebut tidak menjadi masalah, karena kesenangan orang terhadap sesuatu itu berbeda-beda.
2.        PENGERTIAN MEMBACA
Didalam Kamus Bahasa Indonesia, pengertian membaca adalah memahami arti tulisan. Menurut Hudgson dalam bukunya Learning Language (1960:43-44) memberikan batasan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/ bahasa tulis. Membaca juga tidak hanya bisa menangkap pesan yang disampaikan, tetapi diiringi dengan mengambil makna dari sebuah bacaan atau tulisan. Seperti yang dikemukakan oleh Goodman (1967: 127) mengatakan:

ketika seseorang membaca  bukan hanya sekedar menuntut kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang tercetak melainkan juga menuntut kemampuan munyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna. Oleh karena itu membaca dapat kita definisikan sebagai kegiatan memetik makna makna atau pengertian bukan hanya dari deretan kata yang tersurat saja (reading the lines), bahkan juga makna yang terdapat dibalik deretan baris tersebut (reading beyond the lines). Dalam kajian membaca jenis membaca semacam ini digolongkan ke dalam membaca kritis serta membaca kreatif. Selain itu dalam prosesnya kegiatan membaca ini juga tidak lagi pasif melainkan sebagai proses yang aktif.

3.        MANFAAT MEMBACA
            Seorang pelajar, diharuskan untuk lebih mandiri dalam kegiatan belajarnya. Khususnya mahasiswa dituntut untuk lebih kritis dan meningkatkan keseriusannya dalam menambah pengetahuan. Pada era globalisasi dan informasi pada saat ini dalam mendapatkan pengetahuan sangat mudah karena teknologi saat ini sudah canggih dan sangat mendukung. Selain dengan memanfaatkan teknologi, bukupun bukan merupakan suatu media yang ketinggalan zaman karena walaubagaimanapun buku merupakan gudang ilmu.
            Di akhir masa studinya, seorang mahasiswa akan di hadapkan dalam pembuatan karya ilmiah. Dalam penulisan karya ilmiah, keterampilan berbahasa kita akan diuji. Tidak hanya keterampilan menulis, keterampilan membaca dan menyimak pun dituntut untuk lebih mahir. Dengan membaca, mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan baru yang bisa ia jadikan sebagai acuan atau teori pendukung karya ilmiah yang telah dia buat.
            Pada saat ini zaman sudah jauh maju dan berkembang. Oleh karena itu, membaca merupakan kegiatan yang sangat penting untuk di lakukan agar kita tidak menjadi orang-orang yang terbelakang dalam ilmu pengetahuan. Membaca tidak sulit untuk dilakukan selagi kita memiliki keinginan untuk lebih meningkatkan kualitas diri. Hal itu bisa dimulai dan di biasakan dari sekarang.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar