Senin, 07 Mei 2012

Tugas !


"Guru Yang Baik dan Guru Yang Hebat"

1.                  Didalam UU No.14 Tahun 2005,  Guru sebagai tenaga profesional harus memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikat pendidik. Kualifikasi akademik berjalan secara integral dengan kompetensi pedagogik (kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik), komptensi kepribadian (kemampuan keperibadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik) dan komptensi professional (kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam), komptensi sosial (kemampuan guru untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali dan masyarakat sekitar.
Menurut pernyataan Mendikbud RI dan dari pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa guru yang baik adalah guru yang mempunyai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial yang baik sehingga bisa menjelaskan sesuatu kepada muridnya sehingga paham. Sedangkan guru yang hebat adalah guru yang telah memiliki semua kompetensi diatas dan dia memiliki kemampuan untuk bisa memahami perkembangan psikologis peserta didiknya sehingga bisa menemukan cara yang tepat dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi oleh anak didiknya baik itu didalam kelas maupun diluar kelas.
2.                  saya memilih untuk menjadi guru yang hebat karena guru yang hebat itu sudah tentu baik, sedangkan guru yang baik belum tentu hebat. Didalam praktek pengajarannya, keadaan psikologis tiap anak pasti akan berbeda. Meskipun seorang guru telah menjelaskan sesuatu kepada anak sehingga paham, tetapi anak tersebut tidak berkeinginan untuk mengamalkan, tetap saja ilmu yang diberikannya akan sia-sia. Disinilah diperlukan suatu ketampilan untuk bisa menumbuhkan motivasi dan semangat anak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Seorang guru tidak boleh membiarkan anak didiknya hanya diam dan mendengarkan penjelasannya, tetapi dia juga harus bisa meningkatkan kreativitas dan jiwa kritis anak terhadap pelajarannya sehingga mereka antusias dan susana kelas menjadi hidup.
3.                  Menurut saya profil ideal seorang guru Bahasa Indonesia adalah seseorang yang bisa menginspirasi dan menumbuhkan sikap nasionalisme terhadap Bahasa Indonesia. Pada era informasi sekarang ini kesadaran tiap orang terhadap berbahasa dirasakan sangat kurang, karena bermunculannya Bahasa-bahasa Asing dan Bahasa Gaul anak remaja. Orang-orang lebih memilih mempelajari Bahasa Asing dibanding Bahasa Indonesia. Hal tersebut tidak dapat disalahkan karena bagaimanapun Bahasa Asing telah masuk kedalam suatu keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan di dunia luar. Tetapi bagaimana caranya agar orang-orang tidak mengesampingkan mempelajari Bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa persatuan Bangsa kita.
4.                  Banyak sekali manfaat yang diperoleh setelah membaca wacana yang berjudul ” Pendidik Profesional, Antara Harapan dan Tantangan” oleh Boy Yendra Tamin. Wacana diatas sangat penting bagi seorang pendidik, baik itu guru maupun dosen. Meskipun sama-sama berprofesi mengajar, sisi pembedanya, guru mengajar pada lembaga pendidikan sekolah dari pendidikan usia dini sampai pendidikan menengah, sedangkan dosen mengajar pada pendidikan tinggi. Namun bukan berarti posisi dosen lebih tinggi derajatnya dari seorang guru, karena keduanya berprofesi sebagai pendidik. Kedudukan guru dan dosen pun sama-sama untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Didalam wacana tersebut menyebutkan bahwa Tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Agar mencapai tujuan tersebut seorang guru harus memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikat pendidik. Kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru antara lain kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Keterampilan diatas dimaksudkan agar seorang guru tidak hanya bisa mengajarkan materi didalam kelas tetapi juga mendidik agar bisa menjadi seseorang yang bisa berguna dan dibanggakan oleh orang tua, keluarga dan lingkungannya di masa yang akan datang.

Rabu, 11 April 2012

Latihan 1



BAHASA INDONESIA: Latihan 1
Mata Kuliah     : Bahasa Indonesia                               
Dosen              : Hj. Isna Sulastri, Dra. M. Pd.
Nama               : ASMA QONITA NISAUL ULA
NIM                : 41032151111020
Tanggal            : 11 April 2012

BAGIAN A
Petunjuk
1.      Kerjakanlah soal di bawah ini dengan cara menghitamkan huruf B jika pernyataan yang terdapat dalam soal, Anda anggap benar dan hitamkan S jika salah. Contoh jika jawaban betul: (B-S).
2.      Jawaban ditulis langsung pada lembar soal ini. Untuk ini silakan dikopi paste terlebih dahulu.
3.      Pengetikan soal ini belum tertata rapi maka rapikanlah dalam blog Anda.
SOAL
1.               Tujuan utama perkuliahan Bahasa Indonesia adalah untuk menumbuhkembangkan keterampilan berbahasa mahasiswa, baik lisan atau pun tulisan ( B-S ).
2.               Salah satu upaya menumbuhkembangkan keterampilan berbahasa mahasiswa adalah dengan menumbuhkan kesadaran berbahasa Indonesianya terlebih dahulu ( B-S ).
3.               Kesadaran berbahasa seseorang tidak dapat dilihat  dari tanggung jawab dan sikapnya terhadap bahasa Indonesia ( B-S ).
4.               Mahasiswa Program Studi Matematika tidak perlu memiliki kesadaran berbahasa Indonesia sebab mereka tidak akan menjadi guru bahasa Indonesia (B-S).
5.               Membiasakan diri berbahasa sesuai kaidah bahasa Indonesia terutama di dalam forum-forum resmi, merupakan wujud tanggung jawab seseorang terhadap bahasanya ( B – S  ).
6.               Menurut Mansoer Pateda, tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa dapat diwujudkan hanya dalam bentuk partisipasi formal ( B – S  ).
7.               Pengguna bahasa yang berpartisipasi secara formal, biasanya dengan kesadaran sendiri berusaha untuk menjadi peserta aktif dalam setiap kegiatan kebahasaan (B-S).
8.               Mahasiswa Program Studi Matematika idealnya berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan bahasa,  minimal dalam bentuk partisipasi formal (B-S).
9.               Salah satu contoh partisipasi formal yang dapat dan patut dilakukan mahasiswa  Program Studi Matematika adalah berupaya untuk selalu berhati-hati dalam berbahasa sehingga bahasa yang digunakannya senantiasa tertib dan terpelihara ( BS ).
10.           Mampu menghafal kaidah bahasa Indonesia dengan baik tanpa berlatih mengimplementasikannya belum menjamin seseorang akan menjadi pengguna bahasa yang baik (B-S).
11.           Mahasiswa Program Studi Matematika yang sudah berusaha untuk berbahasa sesuai kaidah  bahasa Indonesia dalam forum-forum resmi, merupakan pertanda bahwa dia sudah memiliki kesadaran berbahasa (B-S).
12.           Kalimat efektif biasanya tidak komunikatif (B-S).
13.           Kalimat yang ambigu termasuk salah satu contoh kalimat efektif ( B-S )
14.           Kalimat ambigu adalah kalimat yang tidak memiliki struktur yang lengkap (B-S ).
15.           Penggunaan bahasa Indonesia  yang baik dapat dilihat antara lain dari keefektifan kalimat  serta ketepatan diksi dan ejaannya (B-S).

BAGIAN B                                   
Petunjuk
Jawablah soal berikut dengan mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan bernalar
karena bahasa jawaban Anda termasuk bagian yang dinilai.
SOAL
Ada pernyataan yang berbunyi, “Maju mundurnya suatu bahasa sangat ditentukan oleh kesadaran berbahasa pemakai bahasa itu sendiri”.
1.         Setujukan Anda dengan pandangan tersebut? Apa alasannya?  Tulislah argumentasi Anda terkait ini dalam satu paragraf.
Jawab:
            Setuju, karena kesadaran berbahasa itu sangat penting dalam menentukan maju mundurnya suatu bahasa. Kesadaran bahasa dapat tercermin dari rasa tanggung jawab, sikap, dan partisifasi seseorang terhadap bahasa. Kesadaran tersebut menimbulkan kemauan dan keikutsertaan dalam mengembangkan bahasa.
2.         Tulislah minimal lima ciri orang yang memiliki Kesadaran Berbahasa. Uraikan masing-masingnya dengan singkat.
Jawab: 
·        Sikap terhadap bahasa dan berbahasa
·        Tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa
·        Rasa ikut memiliki bahasa
·        Memiliki kemampuan membina dan mengembangkan bahasa
·        Ikut berpartisifasi dalam pembinaan bahasa
3.         Sudahkah Anda amiliki kelima ciri tersebut? Jelaskanlah dengan argumentasi yang bernalar.
Jawab :
Belum, karena seseorang memiliki kesadaran terhadap bahasa apabila telah mempunyai sikap, tanggung jawab dan partisipasi yang baik terhadap bahasa. Sedangkan saya belum termasuk kedalamnya, dalam hal tanggung jawabnya belum menambah pengetahuan tentang bahasa tersebut dan berbicara pun masih tercampur dengan bahasa daerah. 
4.         Upaya apakah yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Anda?
Jawab :
Untuk meningkatkan keterampilan bahasa harus menanamkan kesadaran dan kecintaan terhadap bahasa, dengan kesadaran terhadap bahasa kita bisa ikut berpartisipasi terhadap pembinaan bahasa. Ketika sedang mempergunakan bahasa (berbicara/menulis) selalu memperhatikan kaidah bahasa yang bersangkutan, meskipun tidak ada yang memerintah. selain itu, bisa mengikuti pembinaan melalui pertemuan formal seperti forum diskusi, lokakarya, seminar, musyawarah atau kongres yang membicarakan masalah kebahasaan.  

Senin, 09 April 2012

KESADARAN BERBAHASA


                      Bahasa merupakan hasil aktivitas manusia. Maju mundurnya suatu bahasa bergantung pada tiap pemakain bahasa. Kesadaran berbahasa itu tercermin pada tanggung jawab, sikap, perasaan memiliki bahasa yang pada gilirannya menimbulkan kemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa.
1.        Pengertian
           Tiap  orang mempunyai pandangan tentang bahasanya sendiri. Dia menyadari bahwa bahasa merupakan suatu kebutuhan untuknya. Kesadaran ini menimbulkan sikap, bagaimana ia bertingkah laku dan menggunakan bahasanya. Sikap itu diwarnai pula oleh sikap menghormati, bertanggung jawab, dan ikut memiliki bahasa itu. Sikap bertanggung jawab akan melahirkan kemauan baik secara pribadi maupun kelompok untuk membina dan mengembangkan bahasanya.
            Menurut hemat penulis, yang dimaksud dengan kesadaran berbahasa ialah sikap seseorang baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama bertanggug jawab sehingga menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa dan dengan demikian ia berkemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa itu. Jadi, dengan definisi ini terdapat ciri-ciri :
·        Sikap terhadap bahasa dan berbahasa
·        Tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa
·        Rasa ikut memiliki bahasa
·        Berkemauan membina dan mengembangkan bahasa
            Kesadaran seperti ini perlu ditumbuhkan agar sesuatu bahasa terpelihara pemakaiannya.
2.        Tanggung Jawab Terhadap Bahasa dan Berbahasa
            Tiap orang menguasai paling sedikit satu bahasa. Orang yang hanya menguasai satu bahasa disebut monolingual. Orang yang menguasai dua bahasa disebut bilingual atau dwibahasawan, sedangkan orang yang menguasai lebih dari dua bahasa disebut multilingual.
            Ciri orang yang bertanggung jawab terhadap suatu bahasa dan pemakaian bahasa adalah :
a.          Selalu berhati-hati menggunakan bahasa
b.         Tidak merasa senang melihat orang yang menggunakan bahasa secara serampangan
c.          Memperingatkan pemakai bahasa kalau ternyata ia membuat kekeliruan
d.         Tertarik perhatiannya kalau orang menjelaskan hal yang berhubungan dengan bahasa
e.          Dapat mengoreksi pemakaian bahasa orang lain
f.           Berusaha menambah pengetahuan tentang bahasa tersebut
g.          Bertanya kepada ahlinya kalau menghadapi persoalan bahasa.
            Tanggung jawab berbahasa sangat diperlukan untuk menghindari salah pengertian. Bahkan sering bahasa seseorang dihubungkan dengan jiwanya, tingkah lakunya. Pemilihan kata, kelembutan pengungkapan, keteraturan pelafalan menunjukan status sosial pembicara.
            Tanggung jawab berbahasa mengandung unsur keselamatan pembicara dan pemakai bahasa. Tanggung jawab pemakai bahasa bukan saja terbatas pada pemilihan kata dan kalimat yang baik, melainkan juga bagaimana cara mengucapkan kata dan kalimat itu.
3.        Sikap Terhadap Bahasa dan Berbahasa
            Bahasa adalah penjelmaan yang unik dari suatu kebudayaan, maka behasa dipengaruhi oleh pemakai bahasa yang pada dasarnya unik pula. Kalau kita perhatikan kehidupan di desa dan kehidupan kota, maka terlihat pula perbedaan pengungkapan bahasa.
            Sikap terhadap bahasa dan berbahasa dapat dilihat dari dua segi, yakni :
a.      Sikap positif
b.      Sikap negatif
            Sikap positif terhadap bahasa lebih banyak kita lihat dari pelaksanaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari oleh pemakai bahasa.
4.        Rasa Memiliki Bahasa
            Sikap positif terhadap bahasa dan berbahasa menghasilkan perasaan memiliki bahasa. Maksudnya bahasa sudah dianggap kebutuhan pribadi yang esensial, milik pribadi, dijaga dan dipelihara.
            Bahasa adalah sesuatu yang kita dapat dengan proses belajar yang kemudian harus kita sadari bahwa bahasa itu adalah milik kita. Baik BD, BI, atau BA kita anggap milik pribadi.
            Dengan kesadaran bahasa diharapkan timbul rasa memiliki bahasa, orang harus bertitik tolak dari anggapan bahwa bahasa adalah miliknya pribadi.
            Dan memang demikian keadaannya. Sebab, setiap saat kita gunakan tanpa bertanya kepada pemiliknya. Kalau bahasa dianggap sebagai milik pribadi, konsekuensinya kita wajib memeliharanya.
5.        Partisifasi Dalam Pembinaan Bahasa
            Berbahasa yang baik sesuai kaidah yang telah dianjurkan dan disertai dengan tanggung jawab, sikap dan rasa memiliki terhadap bahasa adalah sebagai bentuk  dari partisipasi dalam pembinaan bahasa.  Bukti keikutsertaan kita dalam pembinaan bahasa adalah sikap yang kita lakukan dalam mengunakan bahasa. Partisipasi ini penulis menamakan sebagai partisipasi informal. Selain itu ada juga partisipasi yang lain, yang penulis sebut partisipasi formal. Partisipasi formal dapat terlihat dari usaha kita dalam kegiatan pembinaan formal.  Kita bisa ikut dalam sosialisasi, diskusi, seminar, lokakarya, kongres dan lain sebagainya yang membahas tentang kebahasaan, dan kita bisa mempublikasiakan dengan baik dengan cara membuat buku, surat kabar dan lain sebagainya.  tentu tidak semua orang sanggup melaksanakan partisipasi formal tetapi setidaknya partisaipasi informal dengan penuh kesadaran harus diusakan dengan baik menggunakan bahasa secara tertib. Dengan usaha yang maksimal dan menyadari perlunya pertisipasi pembinaan bahasa maka seberat apapun akan berhasil.



Selasa, 03 April 2012

"MANFAAT MEMBACA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH"



1.      1.        PENDAHULUAN
Membaca merupakan kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan didalam kehidupan sehari-hari, baik dilingkungan sekolah,  perguruan tinggi maupun dilingkungan sosial lainnya. Setiap kita pergi kemanapun pasti selalu ada tulisan-tulisan atau kalimat yang ditampilkan disetiap benda, baik itu berupa iklan atau informasi. Bagaimana jadinya jika kita tidak bisa membaca? Tentu hal tersebut sangat menyusahkan bahkan akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita selanjutnya. Dilingkungan pendidikan membaca merupakan suatu keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Keterampilan membaca juga dijadikan syarat untuk bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Jika seorang anak kelas 1 SD tidak bisa membaca, tentu dia tidak akan dinaikan ke kelas 2, 3 dan selanjutnya. Kemampuan membaca seseorang harus terus berkembang sesuai dengan usia, tingkat kedewasaan dan juga pendidikannya. Sebagai seorang mahasiswa, membaca tidak hanya mengetahui apa yang disampaikan seseorang melalui tulisannya, tetapi juga harus diiringi dengan pemahaman yang baik, sehingga bisa mendapatkan ilmu dan manfaat dari apa yang disampaikan.
Membaca merupakan perintah pertama Allah SWT Kepada nabi Muhammad SAW. Hal itu tertulis dalam firmannya pada Q.S Al-Alaq : 1-5. Dalam hal ini Allah SWT tidak hanya memerintahkan untuk membaca saja, tetapi lebih kepada mempelajari apa-apa yang tidak atau belum diketahui. Dari perintah tersebut menunjukan bahwa betapa pentingnya membaca dan mempelajari ilmu pengetahuan. Karena dengan membaca, segala sesuatu yang tersembunyi bisa ditemukan. Bahkan seorang ilmuwan pun tidak akan pernah menemukan sebuah teori atau penemuan jika tidak diawali dengan membaca. Walaupun tidak membaca dalam bentuk buku atau tulisan, tetapi mereka membaca melalui peristiwa yang terjadi di alam sekitar.
Membaca adalah kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat. Walaupun demikian, tidak banyak orang yang senang terhadap membaca, apalagi membaca buku tebal yang berisi tentang ilmu pengetahuan. Kebanyakan orang lebih senang membaca buku-buku atau novel  fiksi yang sifatnya menghibur. Hal tersebut tidak menjadi masalah, karena kesenangan orang terhadap sesuatu itu berbeda-beda.
2.        PENGERTIAN MEMBACA
Didalam Kamus Bahasa Indonesia, pengertian membaca adalah memahami arti tulisan. Menurut Hudgson dalam bukunya Learning Language (1960:43-44) memberikan batasan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/ bahasa tulis. Membaca juga tidak hanya bisa menangkap pesan yang disampaikan, tetapi diiringi dengan mengambil makna dari sebuah bacaan atau tulisan. Seperti yang dikemukakan oleh Goodman (1967: 127) mengatakan:

ketika seseorang membaca  bukan hanya sekedar menuntut kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang tercetak melainkan juga menuntut kemampuan munyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna. Oleh karena itu membaca dapat kita definisikan sebagai kegiatan memetik makna makna atau pengertian bukan hanya dari deretan kata yang tersurat saja (reading the lines), bahkan juga makna yang terdapat dibalik deretan baris tersebut (reading beyond the lines). Dalam kajian membaca jenis membaca semacam ini digolongkan ke dalam membaca kritis serta membaca kreatif. Selain itu dalam prosesnya kegiatan membaca ini juga tidak lagi pasif melainkan sebagai proses yang aktif.

3.        MANFAAT MEMBACA
            Seorang pelajar, diharuskan untuk lebih mandiri dalam kegiatan belajarnya. Khususnya mahasiswa dituntut untuk lebih kritis dan meningkatkan keseriusannya dalam menambah pengetahuan. Pada era globalisasi dan informasi pada saat ini dalam mendapatkan pengetahuan sangat mudah karena teknologi saat ini sudah canggih dan sangat mendukung. Selain dengan memanfaatkan teknologi, bukupun bukan merupakan suatu media yang ketinggalan zaman karena walaubagaimanapun buku merupakan gudang ilmu.
            Di akhir masa studinya, seorang mahasiswa akan di hadapkan dalam pembuatan karya ilmiah. Dalam penulisan karya ilmiah, keterampilan berbahasa kita akan diuji. Tidak hanya keterampilan menulis, keterampilan membaca dan menyimak pun dituntut untuk lebih mahir. Dengan membaca, mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan baru yang bisa ia jadikan sebagai acuan atau teori pendukung karya ilmiah yang telah dia buat.
            Pada saat ini zaman sudah jauh maju dan berkembang. Oleh karena itu, membaca merupakan kegiatan yang sangat penting untuk di lakukan agar kita tidak menjadi orang-orang yang terbelakang dalam ilmu pengetahuan. Membaca tidak sulit untuk dilakukan selagi kita memiliki keinginan untuk lebih meningkatkan kualitas diri. Hal itu bisa dimulai dan di biasakan dari sekarang.
DAFTAR PUSTAKA

Selasa, 06 Maret 2012

Hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan ketika belajar bahasa indonesia


Sebelumnya saya mengira bahwa di program studi pendidikan matematika tidak akan ada pelajaran bahasa indonesia, tetapi ternyata mata kuliah ini dipelajari di semester 2. Ibu Isna Sulastri adalah dosen mata kuliah tersebut. Pada metode perkuliahannya beliau tidak mengajarkan teori secara langsung, tetapi beliau memberikan pengajaran melalui tulisan yang kami buat. Beliau memeriksa dan mengingatkan teori-teori apa saja yang telah dipelajari sebelumnya di tingkat SD sampai SMA. Hal yang mengesankan adalah ketika kami harus membuat sebuah blog. Didalam blog tersebut kami harus menampilkan semua tulisan yang dijadikan sebagai tugas terstruktur dan beliau bisa membacanya langsung melalui dunia maya.
Menurut saya, membuat blog ternyata tidak semudah membuat jejaring sosial lainnya, mungkin Karena baru pertama kali mengenal yang namanya blog. Ada sebagian orang yang menggunakan blog sebagai media untuk mengembangkan karier atau bisnis. Blog yang saya miliki hanya dijadikan sebagai media untuk mengumpulkan tugas bahasa Indonesia, tidak ada tulisan lain yang dimuat didalamnya.

Selasa, 28 Februari 2012

Bahasa Indonesia. Mengapa Kita Harus Mempelajarinya?


Sebelum membahas tentang "Alasan Mengapa Kita Harus Belajar Bahasa Indonesia", tidak ada salahnya kita mengetahui apa itu pengertian Bahasa?
Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. “Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. kedua, bahasa adalah sisitem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer”.
Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa :

Bahasa adalah sarana komunikasi untuk berbicara agar kita dapat saling mengerti apa yang kita maksudkan; Sistem lambang bunyi berartikulasi (yang dihasilkan alat-alat ucap) yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran: perkataan-perkataan yang dipakai oleh suatu bangsa (suku bangsa, negara, daerah, dsb); percakapan (perkataan) yang baik; sopan santun; tingkah laku yang baik.

Dari dua pendapat tersebut dapat kita simpulkan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi antara anggota masyarakat untuk menyampaikan ide, pesan, perasaan, dan pendapat kepada orang lain. Tentu saja bahasa yang digunakan oleh suatu bangsa, etnis, negara atau daerah berbeda-beda.
Seperti halnya di Indonesia, yang terbagi atas beberapa pulau-pulau dan suku, memiliki bahasa masing-masing yang dapat menentukan ciri khas dari daerah mereka. seperti bahasa sunda, betawi, jawa, melayu, dsb.
Para pejuang terdahulu kita menciptakan suatu bahasa untuk mempersatukan bahasa tiap daerah tersebut, yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang mempunyai suku berbeda atau dari daerah berbeda agar mereka dapat mengerti apa maksud dan tujuan dari hal yang dibicarakan.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional semakin menunjukan peranannya tidak hanya sebagai alat komunikasi diantara kita, tetapi juga mempunyai fungsi sebagai bahasa persatuan, bahasa negara, dan bahkan sebagai bahasa ilmu pengetahuan.
Komponen yang dipelajari dalam bahasa indonesia tidak hanya keterampilan berbicara, tetapi ada keterampilan menulis, mendengarkan dan menyimak. Itulah alasan mengapa kita masih harus mempelajari bahasa indonesia.
Sebagai bahasa ilmu pengetahuan, bahasa indonesia sangat penting untuk dipelajari. kita tidak hanya harus mahir dalam berbicara tetapi juga dalam hal menulis, karena sebagai pelajar khususnya mahasiswa keterampilan menulis sangat diperlukan untuk membuat sebuah karya ilmiah.
Pelajaran bahasa indonesia terlihat mudah, tetapi sebenarnya tidak bisa semudah itu. kita memerlukan ketelitian dan keterampilan untuk bisa mahir didalamnya.